MARI KITA BANGUN “TALI BATIN” PERTEMA … « Blog Yan Abdullah

MARI KITA BANGUN “PERSAUDARAAN” PERTEMANAN Salam Bahagia dan Sejahtera Penuh Berkah. Teman-teman "On Line" saya yang baik hati. Di dalam ini kita bersama-sama saling berbagi (Shering), tukar menukar pengalaman dan pengetahuan, dan mengelola "lalu" lintas On Line. Saya akan memberikan sesuatu yang Anda perlukan, jika menurut Anda berguna dan akan memakainya boleh dicopy dengan mencantumkan sumber-Url-nya. Demikian pula antara Anda dengan teman-teman lainnya dan saya. Kenapa tidak. Kita membangun "sinergitas", peberdayaan untuk kesejateraan, kebahagiaan kita bersama dan tanpa melepaskan tujuan akhir kita masing-masing. Frienship; Persaudaraan,kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Mari kita saling berbagi share di sini.

Jumat, 31 Oktober 2014

Susi Pudjiastuti Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

Jokowi Tak Salah Pilih Susi Pudjiastuti Jadi Menteri

Hari ke-10
  •  Kabinet Jokowi-JK
  •  
  •  9
  •  
  •  29 Okt 2014 01:52

Jokowi-JK Berfoto Bersama Menteri Kabinet Kerja
Susi Pudjiastuti membetulkan letak kacamatanya saat bersiap-siap melakukan foto bersama di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/10/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Dipilihnya Susi menjadi sorotan khalayak ramai, karena wanita yang merupakan pemilik maskapai Susi Air ini hanya lulusan SMP.

Pengamat dari Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, Jawa Timur, Zaenal Arifin, menilai hal itu tidak menjadi masalah. Menurut dia, Jokowi mempunyai pertimbangan tersendiri dalam memilih setiap menteri yang akan mendampingi kinerjanya selama 5 tahun ke depan. Selain memerhatikan sisi empiris dan rasional, Presiden juga mempertimbangkan insting.

"Insting ini di luar rasional dan empiris. Mereka yang punya insting kuat bisa sukses, misalnya Dahlan Iskan, ia lulusan SMA (masuk ke kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono). Dan saya kira Pak Jokowi tidak salah (memilih Susi menjadi menteri)," ujar Zaenal, Selasa 28 Oktober 2014.

Di mata Zaenal, sosok Susi sangat menarik. Dilihat dari sepak terjang selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang profesional. Walaupun hanya berijazah SMP dan bukan seorang insinyur, ternyata wanita tersebut bisa mempunyai puluhan pesawat terbang yang disewakannya. Selain itu, wanita yang pernah menjadi penjual ikan itu juga mampu berkembang secara global, mampu mengatur perusahaan dan terbukti sudah sukses.

Zaenal menambahkan, Jokowi sudah cermat terkait dengan pemilihan menteri yang ada di kabinetnya, dan sudah menempatkan mereka sesuai dengan profesinya. "Struktur menteri yang sekarang ada yang dari profesional, tapi pendidikan formal tidak tinggi. Justru, ini yang harus kita dukung," kata Zaenal.

Dosen ilmu negara Uniska Kediri itu menjelaskan, banyak potensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yang sebenarnya tinggi, namun tidak berkesempatan mendapatkan pendidikan yang juga tinggi. Ia pun mengingatkan, agar dalam menilai seseorang itu tidak hanya diukur dari sisi formalitas saja melainkan sisi kualitas. Bukan berarti mereka yang berijazah tidak tinggi, lulusan SMP, tidak profesional.

Selain itu, lanjut Zaenal, pendidikan ataupun pengalaman tidak harus diperoleh di bangku sekolah. Terdapat beberapa kendala seseorang tidak melanjutkan pendidikannya, salah satunya karena tekanan ekonomi. Namun, bagi sebagian pihak, hal itu ternyata tidak menjadi masalah, salah satunya yang sudah terjadi pada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ataupun mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Ant)
Credit: Rizki Gunawan
Sumber Liputan6.

Rabu, 29 Oktober 2014

Susi Pudjiastuti,Menteri Kelautan dan Perikanan RI, = RAHASIA UMUR MANUSIA =





Foto Cak Mad.



PANGANDARAN, KOMPAS.com — Perusahaan maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation dan perusahaan eksportir perikanan laut PT ASI Pudjiastuti Marine milik Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mempunyai ratusan karyawan asing.

Sebagian besar karyawan asing itu adalah pilot dan kopilot untuk perusahaan yang bermarkas di Jalan Merdeka, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, itu.

“Perusahaan Bu Susi saat ini memiliki hampir 800 karyawan, 200 di antaranya adalah karyawan asing dari puluhan negara di lima benua di dunia," kata Rustam Effendi (65), salah satu orang kepercayaan Susi Pudjiastuti, Selasa (28/10/2014). "Yang tidak ada di sini hanya orang dari benua Antartika."

Menurut Rustam, kesuksesan Susi merupakan hasil kerja kerasnya selama belasan tahun. Saat ini, ujar dia, perusahaan Susi selalu memberi pesawat baru per tahun hingga armadanya sekarang ada 80 pesawat untuk melayani semua kawasan di Indonesia.

“Kalau tinggalnya para pekerja asing di sini, di Pangandaran. Bu Susi melalui perusahaannya menyediakan mes yang berbentuk layaknya hotel berbintang,” tutur Rustam. Dengan fasilitas itu, ujar dia, para pegawai mengaku nyaman dan betah.

Di kompleks rumah Susi juga ada sekolah pelatihan pilot, lengkap dengan peralatannya. Menurut dia, sarana itu mempermudah calon pilot untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan dalam menerbangkan pesawat.

Sosok Susi menjadi sorotan di antara para koleganya di Kabinet Kerja karena keunikan latar belakang, gaya, dan perjalanan hidupnya. Perempuan ini hanya punya ijazah SMP, tetapi punya dua perusahaan besar di bidang perikanan dan penerbangan. Gaya bicaranya pun ceplas-ceplos, ditambah kebiasaan merokok, plus tato di kaki.

ROKOK IBU SUSI

Bukan Susi Pujiastuti kalau tdk heboh. Ide nya selalu brilian. Sejak bertemu 10 tahun silam wanita enerjik ini mmg luar biasa. Kekayaan berlimpah ruah, tapi persahabatan selalu dia junjung tinggi tanpa melihat asal usul dan kekayaan.

Pekerja cerdas dan pekerja keras. Lapangan adalah guru nya, sehingga jangan heran jk bertemu dg wanita pemilik Susi Air ini sering blak blak an, apa adanya dan tdk munafik.

Maka jika dia dihebohkan soal ijaazahnya yg DO dari SMA apalagi soaal rokok yg menjadi "sahabat" nya, aku maklum sj. Bu Susi mmg so strong with her confidence...Jika dg rokok aku bisa berbuat banyak dg kerjaku bagi negara dan bangsa, mengapa soal sebatang rokok yg ku hisap jadi masalah?, demikian ujarnya suatu hari saat kami minum kopi sore di sebuah kedai kopi Bendungan Hilir.

Bagiku...Susi tetaplah Susi yg kukenal dulu....tetap rendah hati, fair dan tdk suka basa basi. Sekarang Susi jadi Menteri.....Tetaplah semangat bos, berkaryalah utk bangsa, soal rokok hanyalah soal dimana kita menikmatinya. Pesanku, jangan pernah merokok di istana, karena Jokowi tdk merokok apalagi ibu negara.
Salam---Cak Mad





mengomentari status Cak Mad.
Semangat "kerja keras" ; ber-karya banyak dan baik , bersahabat dan bersahaja, okey saja untuk di tiru: DO SMA, puas dengan Ijazah SMP serta Perokok Berat, tak usah yaaaa... di tranfer kepada anak muda bangsa ini. Pendidikan harus tinggi dan baik demi kualitas anak bangsa, makanya jadi prioritas pemerintah. Rokok Pembunuh dikampanyekan pemerintah malah ada fatwa HARAM dari MUI.


Foto Cak Mad.
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Saat masih belajar di bangku SMA, Susi Pudjiastuti sudah dikenal doyan bacaan "berat" seperti buku filsafat. Sudah begitu, buku dalam bahasa asing.

Kawan lamanya yang sekarang punya sederet gelar akademis pun mengakui bahwa Susi adalah sosok yang cerdas bahkan jenius.

"Saya sering main ke kosnya. Di kamarnya isinya penuh dengan buku-buku tebal," ujar sahabat Susi Pudjiastuti saat sekolah di SMAN1 Yogyakarta, Dwikorita Karnawati, Rabu (29/10/2014). 

Untuk anak berumur 16 tahun, menurut Dwikorita, Susi termasuk jenius. Buku-buku yang dibacanya itu, kata dia, lintas bidang, mulai dari filsafat sampai politik.

"Kebanyakan (buku) bahasa Inggris. Saya heran anak seusia 16 tahun mampu berbahasa inggris dengan lancar dan melahap buku-buku filsafat," kenang Wakil Rektor UGM ini. 

Kompas.com / RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Padahal, lanjut Dwikorita, pada era 1980-an kemampuan bahasa Inggris rata-rata anak Indonesia belum sebagus sekarang. Saat itu juga belum ada internet.

"Dari mana ya dia tahu (soal buku-buku itu)? Padahal, tidak ada internet. Kecerdasannya itu bakat, ditambah lagi semangat belajar yang kuat dan tahan banting," ujar Dwikorita. 

Menurut Dwikorita, pemikiran Susi juga jauh melampaui teman-teman sebayanya di kelas I SMAN 1 Yogyakarta saat itu.

Dwikorita bercerita, Susi sering kali bicara tentang gagasan membangun Indonesia. Susi juga tak jarang mengkritisi pemerintahan era itu.

"Saya akui Susi itu Jenius. Saya saja baru paham apa yang dibicarakan Susi dulu semasa SMA itu saat tua. Dulu tidak paham," aku Dwikorita.

Karenanya, dia berkeyakinan bahwa sudah tepat Susi menjadi menteri di Kabinet Jokowi Widodo-Jusuf Kalla. Terlebih lagi sekarang sudah ada bukti kejeniusan Susi, dari bisnis perikanan dan penerbangannya. 

"Soal bisnis sudah ada hasilnya. Urusan blusukan atau kerja lapangan juga tak diragukan lagi," imbuh Dwikorita. "Kalau soal lulusan SMP, penemu lampu itu gimana? (Ijazah) itu bukan jaminan. Yang terpenting Susi punya talenta, jujur, apa adanya, dan sosok pekerja keras."

Susi memang tak pernah menamatkan SMA-nya itu. Dia meninggalkan bangku sekolah dan memilih pulang kampung ke Pangandaran, Jawa Barat, untuk menikah, lalu jadi pengepul ikan, dan merintis cikal bakal usaha perikanan dan penerbangannya yang sudah tumbuh besar sekarang, hingga kemudian terpilih menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Kerja.

Biografi
Susi Pudjiastuti (lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965; umur 49 tahun) adalah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat.




Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - RAHASIA UMUR MANUSIAKetika Tuhan menciptakan kerbau, Tuhan memberikan umur 50 tahun kepada kerbau. Kerbau yang kerjanya membajak sawah, bekerja keras, akhirnya bilang pada Tuhan, ”Tuhan, saya tidak perlu umur terlalu lama 50 tahun bekerja keras membajak sawah. Saya cukup 20 tahun saja umurnya.” Mendengar permintaan ini, akhirnya Tuhan mengabulkan. Kerbau dikasih umur 20 tahun. Ada sisa 30 tahun. Selanjutnya Tuhan menciptakan monyet. Monyet diberikan umur 20 tahun. Monyet yang lucu ini menghibur manusia. Namun monyet juga protes, dia bilang, ” Tuhan, saya terlalu lama kalo dikasih umur 20 tahun untuk menghibur manusia, saya minta 10 tahun saja.” Mendengar permintaan ini, akhirnya Tuhan pun mengabulkan. Ada sisa 10 tahun. Selanjutnya Tuhan menciptakan anjing, dan diberikan umur 20 tahun. Anjing ini bertugas menjaga. Namun, sama seperti kerbau dan monyet, anjing ini cuma minta umurnya 10 tahun. Mendengar permintaan ini, Tuhan pun mengabulkan. Selanjutnya Tuhan bilang pada manusia, ”Kamu manusia, saya kasih umur 25 tahun untuk bersenang-senang, menikmati hidupmu. 25 tahun umur kamu itu tidak perlu kamu bekerja, santai-santai sajalah. Manusia yang mendengar ini, bilang ”Yah, kok saya cuma dikasih umur 25 tahun. Tidak cukup buat saya. Saya mintanya lebih.” Mendengar permintaan ini, Tuhan pun akhirnya bilang, “Okelah, kamu manusia akan diberikan tambahan umur. Kelebihan dari umur kerbau 30 tahun, kelebihan umur monyet 10 tahun dan kelebihan umur anjing 10 tahun, aka....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1