MARI KITA BANGUN “TALI BATIN” PERTEMA … « Blog Yan Abdullah

MARI KITA BANGUN “PERSAUDARAAN” PERTEMANAN Salam Bahagia dan Sejahtera Penuh Berkah. Teman-teman "On Line" saya yang baik hati. Di dalam ini kita bersama-sama saling berbagi (Shering), tukar menukar pengalaman dan pengetahuan, dan mengelola "lalu" lintas On Line. Saya akan memberikan sesuatu yang Anda perlukan, jika menurut Anda berguna dan akan memakainya boleh dicopy dengan mencantumkan sumber-Url-nya. Demikian pula antara Anda dengan teman-teman lainnya dan saya. Kenapa tidak. Kita membangun "sinergitas", peberdayaan untuk kesejateraan, kebahagiaan kita bersama dan tanpa melepaskan tujuan akhir kita masing-masing. Frienship; Persaudaraan,kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Mari kita saling berbagi share di sini.

Senin, 10 Juni 2013

Taufiq Kiemas Pendukung Hubungan Rusia-Indonesia = Pejabat & artis sambut kedatangan jenazah Taufiq Kiemas

https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-g.ak/hphotos-ak-ash3/p480x480/600692_198692596947406_1844926026_n.jpg

081230001434



TEMPO.CO, Jakarta – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Taufiq Kiemas, pada Sabtu, 8 Juni 2013. Rasa duka tersebut disampaikan dalam surat kepada pihak keluarga.
Demikian siaran pers yang diterima Tempo, Minggu, 9 Juni 2013.
»Kami selalu merasakan  Bapak Taufiq Kiemas sebagai pendukung penguatan  kemitraan strategis antara Rusia dan Indonesia,” kata Dmitry A. Solodov,  Sekretaris Pers Kedubes Rusia untuk Indonesia kepada Tempo.
Taufiq Kiemas mendampingi istrinya,  Presiden Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri dalam lawatan resmi ke Rusia tahun 2003.  Kunjungan tersebut menghasilkan Deklarasi Kerangka Kerja Kemitraan  dan Persahabatan antara Rusia dan Indonesia di abad ke-21, yang ditandatangani bersama Presiden Vladimir V. Putin, dan Megawati.
Taufiq meninggal dunia dalam usia 70 tahun di Rumah Sakit Singapura. 
NATALIA SANTI



©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman
Wakil Gubernur Banten yang juga kader partai PDIP, Rano Karno turut menyambut kedatangan jenazah Ketua MPR Taufiq Kiemas di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (9/6).

"Sosok Pak Taufik adalah orang yang akrab dalam pergaulan, sangat komunikatif, rendah hati," kenang Akbar.



Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat tidak percaya dengan kepergian Ketua MPR Taufiq Kiemas (TK) untuk selama-lamanya. Dia mengatakan, saat pertemuan di Ende, NTT akhir pekan lalu, kondisi fisik Taufiq memang terlihat kurang baik.

Saat menghadiri acara HUT Pancasila 1 Juni di Ende lalu, Taufiq memang terlihat sedang kelelahan.

"Memang pada saat itu, dia paksakan, tempat acara dari rumah Gubernur ke bawah pohon sukun, kira-kira 100 meter, dia ngos-ngosan saat jalan," jelas Martin saat menghadiri upacara pemakamanTaufiq Kiemas di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (9/6).

Ketua Fraksi Gerindra MPR ini pun sempat meminta kepada Taufiq untuk beristirahat saja. Namun, Taufiq adalah orang yang semangat dalam menjalankan tugasnya menjadi Ketua MPR.

"Duduk saja, capek. Tapi dia orang yang keras, dia harus di situ, dia mau nonton tonil drama doktor syaitan, karangan Soekarno," terangnya.

Martin juga merasa kaget ketika mendapat kabar bahwa sepulang dari Ende, Taufiq masuk rumah sakit di Singapura. "Saya juga kaget, ini langsung dari Pekan Baru datang ke sini," tutur dia.

Pesan terakhir yang disampaikan Taufiq kepada Martin adalah meneruskan perjuangan sosialisasi empat pilar kebangsaan. "Teruskan ya empat pilar ini," imbuh Martin.
[hhw]



"Daerah harus dipimpin oleh Putera Daerah Yang Mengerti dan Memahami Daerahnya dan selalu mengikatkan diri dalam NKRI, De sentralisasi dalam otonomi yang leluasa mengatur rumah tangga daerah", begitu inti tuturan Taufiq Kemas, 1996 kepada saya di rumahnya dalam suatu perjumpaan yang direkomendasikan David Saragih Ketua PDI Sumbar.

Berita 86

Tidak ada komentar: